Rabu, 07 Maret 2012

cobalah....

Berkali kali ku tengok telepon genggam berharap ada tulisan 1 mesage received...huft tp tulisan itu tak kunjung muncul di layar handphone ku,,apa yg harus ku lakukan???? apakah aku harus meminjam handphone bapa lalu menulis pesan singkat yg ditujukan ke nomor telepon ku?? aaaarrrhhhh masa iya ampe harus begitu....
weyo?why?kenapa?kunaon? setiap punya satu kegiatan,,,pasti g bisa sms aku..emang klo lg ada kegiatan teh HandPhone'y jadi Footphone gitu jd susah mereun ari ngsms pke kaki mah...
maaf,,,bukan aku marah,,,hanya saja ku merindukanmu.^_^
hiks hiks hiks hiks#nangis 
so, tolonglah genggam handphone itu di tanganmu kemudian mulailah mengetik kata demi kata,kemudian sent to me...gampangkan?? selamat mencoba....

Selasa, 06 Maret 2012

simpan dulu,,,simpan saja dulu....

pecel pecel....mendoan pecel...
nasi anget nasi....
kopi panas kopi panas,,pop mie pop mie
riuh suara para pedagang di atas kereta ekonomi pasundan/kahuripan...
datang silih berganti menawarkan dagangan yg mereka bawa,berharap 1 atau 2 dr penumpang kereta berminat membeli dagangan'y,,,
tapi aku sekarang bukan sedang ingin membeli nasi ayam Rp.5000 atau pecel mendoan Rp.4000
lalu apa yg aku inginkan???? yuks main tebak-tebakan....
bukan,bukan pemirsa
bukan,bukan juga...ayo ayo tebak lagi...
bener neh udah nyerah??
aku tidak merindukan para pedagang itu,,juga bukan ingin bertemu kondektur kereta..
aku merindukan seseorang yg berada di jogja...tapi hari ini aku gagal mendapatkan sebongkah tiket kereta ekonomi itu,,,hiks hiks hiks
tidak !!! bukan aku tidak ingin menggunakan jasa kereta bisnis atw exsekutif, aku hanya tidak suka dengan tarif yang mereka pasang...g sesuai bgt sm kantong bo.....
hemm....sejenak aku simpan dulu saja rasa rindu stadium akhir ini,bukan untuk ngumpulkan kekuatan,,,tapi untuk mengumpulkan puing puing rupiah.hahahahahaha

Senin, 05 Maret 2012

Kawah Darajat

 istirahat sejenak di jalan nagreg.....
 sampe di kawah darajat pukul 12.20....tapi mendung neh
neh biar keliatan indah'y puncak kawah darajat....
cuma segitu foto'y,,,,coz keburu hujan.....demi keselamatan kamera,jd pemotretan pun dihentikan.heuheu


oh iya,,tiket masuk kawah darajat Rp. 15.000 u/dewasa n u/anak-anak Rp.10.000

Bukan dia tapi aku

Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti
[*]
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik
[**]
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya, sakitnya, oh sakitnya
Back to [*][**]
Cintaku lebih besar darinya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia, bukan dia, tapi aku
Begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah
Back to [**]
Cintaku cintaku
Lebih besar dari benciku lebih besar dari benciku
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia jangan dia
Jangan dia jangan dia cukup aku
Jangan dia jangan dia cukup aku
Jangan dia



gudanglagu.com Free Download Lagu Judika – Bukan Dia Tapi Aku MP3 Lirik 4shared Gratis Chord Video Album

Jumat, 02 Maret 2012

eemmhhhh

aku,,ku terlalu menyayangimu,,,salahkah ku?? (ngutip lagu tahta)
aku tak tak pernah bisa berdamai dengan masa lalu,,,tak bisa menerima kenyataan bahwa dulu kamu g sayang akuu,,,hiks hiks hiks,,
walaupun sekarang semua'y udah berubah tapi aku selalu sakit hati mengingat'y dan bisa ojol2 jadi ngambek sama kamu klo lagi ingat masa lalu...
aku juga t ingin aku seperti itu,karena itu menyiksa perasaan aku,,tapi aslanay.......susaaah bgt buat berubah.
maaf..hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan semoga kamu bisa terus bersabar menghadapi aku.......

Rabu, 01 September 2010

Tahukah Anda: Bunga Tulip, Warisan Kekhilafahan Islam Turki Ustmani

Bunga tulip selalu diidentikkan dengan negara Belanda. Ribuan wisatawan datang ke Belanda hanya untuk mengagumi bunga yang cantik dan berwarna cerah ini, yang banyak ditanam di taman-taman negara Kincir Angin itu. Kota Keukenhof di Belanda, setiap tahunnya bahkan dikunjungi sekitar 800.000 orang dari seluruh dunia yang ingin menyaksikan keindahan aneka bunga tulip dalam Festival Tulip yang diselenggarakan setiap tahun di kota itu. Tak heran masih banyak orang yang beranggapan bahwa bunga tulip adalah bunga asli dari Belanda.
Bunga tulip sebenarnya bukan bunga asli Belanda, karena sebenarnya bunga ini berasal dari Asia Tengah dan Belanda sebenarnya berhutang budi pada kekhalifahan Islam Ustmaniyah di Turki, karena atas peran kekhilafahan Islam inilah Belanda sekarang jadi terkenal karena bunga tulipnya.
Bunga tulip sebenarnya bunga liar yang tumbuh di kawasan Asia Tengah. Orang-orang Turki yang pertama kali membudidayakan bunga ini pada di awal tahun 1000-an dan pada masa pemerintahan kekhalifahan Ustmaniyah, terutama pada masa kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730) bunga tulip berperan penting, sehingga masa Sultan Ahmed III disebut juga sebagai "Era Bunga Tulip."
Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama  "Those that burn the heart", "Matchless Pearl", "Rose of colored Glass", "Increaser of Joy", "Big Scarlet", "Star of Felicity", "Diamond Envy", or "Light of the Mind".
Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas. Tiga ratus tahun kemudian, komunitas holtikultura Belanda dan Inggris mengajukan baru memikirkan untuk melakukan klasifikasi bunga tulip yang sudah dilakukan jauh sebelumnya oleh ahli perangkai bunga Turki di kesultanan Ahmed III.
Bunga tulip baru dikenal di Belanda pada abad ke-16 dan menjadi sangat populer di kalangan masyarakat kelas atas di negeri itu. Kata "tulip" sendiri berasal dari bahasa Turki yang artinya "sorban", semacam kain yang dililit untuk menutupi kepala. Tidak diketahui kapan persisnya negara Kincir Angin itu mulai membudidayakan bunga tulip itu, tapi disebut-sebut bunga tulip mulai dibawa ke Belanda pada sekitar tahun 1550-an oleh kapal-kapal yang berasal dari Istanbul.
Dokumentasi pertama tentang penanaman bunga tulip bertahun 1954 di Kebun Raya Universitas Leiden. Menurut catatan itu, bunga tulip yang ditanam di kebun raya universitas Leiden dibawa oleh Carolus Clusius dari Wina, Austria, penanggungjawab taman istana di Austria. Ketika itu, pengaruh budaya Turki sangat kuat di Austria terutama dari gaya berpakaian yang oriental dan tradisi minum kopi.
Memasuki abad ke-17, perekonomian Belanda tumbuh pesat dan memicu persaingan antara pecinta bunga tulip. Mereka berlomba-lomba mencari bunga tulip yang paling indah dan tidak segan-segan membayar dengan harga mahal untuk membeli bunga tulip itu. Harga bunga tulip di Belanda pun makin mahal, bahkan kabarnya ada jenis bunga tulip yang harganya sama dengan harga sebuah rumah. Tahun 1635, satu set bunga tulip yang berjumlah 40 tangkai dijual dengan harga 100.000 florin, bandingkan dengan pendapatan kalangan kelas menengah pada masa itu di Belanda yang hanya 150 florin.
Tahun 1636, usaha bunga tulip menjadi salah satu bisnis yang perdagangan yang masuk dalam bursa saham dan diminati banyak orang. Kalangan pengusaha rela menjual tanah, rumah dan harta bendanya untuk berinvestasi di bisnis bungan tulip. Jenis bunga tulip yang sangat terkenal saat itu adalah jenis tulip yang bernama Viceroy, yang harganya bisa ribuan florin. Belanda menyebut fenomena "demam tulip" ini sebagai fenomena "wind trade" (perdagangan kontrak tulip) yang murni dilakukan dengan spekulasi. Ironisnya, masa keemasan bisnis bunga tulip di Belanda hanya berlangsung setahun, karena pada tahun 1637 pasar bunga tulip jatuh dan harga bunga tulip ikut melorot.
Sampai hari ini, istilah "tulip mania" atau "tulipomania" atau "kegilaan tulip" masih digunakan sebagai istilah untuk menggambarkan goncangnya perekonomian karena munculnya spekulan terhadap sesuatu trend bisnis yang sifatnya untung-untungan. Meski cerita di balik "tulip mania" ini sedikit memalukan, tapi Belanda tetap mencintai tulip dan banyak orang yang tak ingat bahwa tulip-tulip yang indah dan cantik itu hasil budidaya dari jaman kekhilafahan Islam Turki Utsmani. (ln/isc)